Bukti Fisik Pengembangan Diri dan Angka Kreditnya

Beritane.com – Bukti Fisik Pengembangan Diri dan Angka Kreditnya.

Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga harus dilakukan secara profesional.

Oleh sebab itu, guru sebagai salah satu pelaku pendidikan haruslah seorang yang profesional.

Dengan demikian keberadaan guru di dalam proses pendidikan dapat bermakna bagi masyarakat dan bangsa.

Kebermaknaan guru bagi masyarakat akan mendorong pada penghargaan yang lebih baik dari masyarakat kepada guru.

Guru diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.

Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa dan negara sebagian besar ditentukan oleh guru.

Agar tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku,

maka mutlak diperlukan penilaian terhadap pelaksanaan tugas dan kewajiban guru

dalam melaksanakan pembelajaran/ pembimbingan, dan/atau tugas-tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah.

Penilaian kinerja guru ini dilakukan untuk menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan sekaligus menjaga profesionalitas seorang guru.

Di samping itu, sebagai guru profesional guna diwajibkan untuk senantiasa melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan diri guru dalam melaksanakan tugasnya.

Bukti Fisik Pengembangan Diri dan Angka Kreditnya

Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru meliputi kegiatan pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif yang merupakan unsur utama dalam pengembangan karir guru.

Bersama-sama dengan hasil pelaksanaan kegiatan pengembangan diri, pengembangan publikasi ilmiah, dan/atau karya inovatif,

hasil penilaian kinerja guru dikonversikan menjadi angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan jabatan fungsional guru

sebagaimana ditetapkan dalam  Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009.

Melalui penetapan angka kredit yang obyektif, transparan, dan akuntabel terhadap unsur-unsur tersebut

akan dapat mencerminkan korelasi yang signifikan antara  kenaikan jabatan fungsional guru dengan peningkatan profesionalitasnya.

Tujuan umum dari kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan pengembangan profesi guru adalah

untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Secara khusus tujuan pengembangan diri adalah sebagai berikut.

a. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.
b. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhi kebutuhan guru dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk memfasilitasi proses pembelajaran peserta didik.
c. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.
d. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru.
e. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di masyarakat.
f. Menunjang pengembangan karier guru.

Baca: Pedoman Penilaian Kegiatan PKB Buku 5

Kegiatan pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar memiliki kompetensi

yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau kebijakan pendidikan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dan / atau melalui kegiatan kolektif guru.

Secara rinci penjelasan kedua macam kegiatan dimaksud sebagai berikut.

1. Mengikuti Diklat Fungsional

Diklat fungsional adalah merupakan upaya peningkatan kompetensi guru dan / atau pemantapan wawasan,

pengetahuan, sikap, nilai dan  keterampilan sesuai dengan profesi, yang bermanfaat dalam pelaksanaan tugas.

Diklat dapat dilaksanakan secara tatap muka maupun jarak jauh, diklat jarak jauh dapat dilakukan dengan korespondensi atau berbasis dalam jaringan (daring).

Jenis diklat dapat berupa pelatihan, penataran, bimbingan teknis, bimbingan karier, kursus, magang atau bentuk lain yang diakui oleh instansi yang berwenang.

Keikutsertaan dalam diklat tersebut dibuktikan dengan adanya surat tugas, sertifikat, surat keterangan dan sejenisnya.

Guru dapat mengikuti kegiatan diklat fungsional, atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah atau institusi yang lain, maupun atas kehendak sendiri dari guru yang bersangkutan.

Untuk keperluan pemberian angka kredit, bukti fisik yang harus disertakan adalah sebagai berikut.
a. Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah atau instansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh kepala sekolah.

Apabila penugasan bukan dari kepala sekolah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti diklat fungsional dari kepala sekolah.

b. Fotokopi sertifikat diklat yang disahkan oleh kepala sekolah.

c. Laporan hasil pelatihan yang dibuat oleh guru yang bersangkutan.

Bukti Fisik Pengembangan Diri dan Angka Kreditnya

2. Mengikuti Kegiatan Kolektif Guru

Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau

mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan.

Macam kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan-kegiatan berikut.

a) Mengikuti kegiatan ilmiah di KKG/MGMP atau organisasai profesi guru.

Kegiatan Ilmiah tersebut dapatberupa penyusunan perangkat kurikulum dan/atau kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran berbasis teknologi informasi,

penilaian, pengembangan media pembelajaran, dan/atau  kegiatan lainnya untuk kegiatan pengembangan keprofesian guru.

b) Mengikuti seminar, lokakarya, koloqium, diskusi panel, in house training (<30 jam) atau bentuk pertemuan ilmiah lainnya,

baik sebagai pembahas maupun sebagai peserta. Tidak termasuk seminar laporan hasil penelitian yang dilakukan guru tersebut.

c) Mengikuti kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru terkait dengan pengembangan keprofesiannya.

Guru dapat mengikuti kegiatan kolektif atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah atau institusi yang lain, atau atas kehendak sendiri.

Bukti fisik yang harus disertakan untuk penilaian angka kredit tersebut adalah sebagai berikut.

a) Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah atau instansi lain yang terkait. Apabila penugasan dari institusi lain atau/ kehendak sendiri harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti kegiatan dari kepala sekolah,

b) Fotokopi sertifikat atau surat keterangan telah melaksanakan  pengembangan diri dari penyelenggara kegiatan yang disahkan oleh kepala sekolah.

c) Laporan setiap kegiatan yang dibuat oleh guru yang bersangkutan.

Jumlah Angka Kredit yang Dipersyaratkan

Besaran Angka Kredit Kegiatan Pengembangan Diri

Baca Juga: Tupoksi Guru 

Demikian informasi terkait Bukti Fisik Pengembangan Diri dan Angka Kreditnya, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.