Panduan Penilaian Portofolio Puspendik 2019

Beritane – Panduan Penilaian Portofolio Puspendik 2019

Pada era ini penguasaan soft skills dan hard skills sama pentingnya.

Siswa perlu dilatih tidak saja supaya mereka kompeten secara akademis tetapi juga supaya mereka mempunyai karakter yang berkualitas.

Penilaian portofolio yang digunakan di kelas merupakan satu alternatif untuk meningkatkan kompetensi siswa secara menyeluruh.

Penggunaan portofolio secara tepat tidak saja meningkatkan kompetensi spesifik pada bidang studi tertentu tetapi juga kompetensi yang bersifat umum yang diperlukan dalam kehidupan

seperti berpikir kritis, berpikir reflektif, memahami kelebihan dan kelemahan diri, menemukan strategi untuk meningkatkan kompetensi, gigih, dan menjadi pembelajar yang mandiri.

Buku Penilaian Portofolio ini disusun untuk memberi wawasan kepada guru dalam melakukan penilaian portofolio baik untuk kepentingan penilaian formatif atau diagnostik maupun sumatif.

Semoga buku ini dapat menginspirasi guru dalam melakukan penilaian portofolio yang berkualitas sehingga membantu berkembangnya potensi siswa secara optimal dan menyeluruh.

Penilaian portofolio merupakan pendekatan yang relatif baru dan belum banyak digunakan di dunia pendidikan di Indonesia.

Di beberapa negara, portofolio telah digunakan dalam dunia pendidikan secara luas, baik untuk penilaian di kelas, daerah, maupun untuk penilaian secara nasional dengan tujuan standardisasi.

Istilah portofolio pertama kali dipergunakan oleh kalangan fotografer dan seniman untuk menunjukkan hasil kerja dalam suatu periode waktu tertentu.

Melalui portofolio seorang fotografer dapat menunjukkan prospektif pekerjaan kepada pelanggan dengan menunjukkan koleksi pekerjaan yang dimilikinya.

Dalam dunia kerja, secara umum portofolio dimaknai sebagai suatu kumpulan atau berkas pilihan yang dapat memberikan informasi tentang performa atau kemampuan individu.

Sedangkan dalam dunia pendidikan, portofolio merupakan kumpulan hasil kerja siswa dari pengalaman belajarnya selama periode waktu tertentu.

Panduan Penilaian Portofolio Puspendik 2019

Terdapat berbagai macam portofolio.

Portofolio dapat berbeda dari segi isi, apakah seluruh hasil kerja siswa ataukah hasil kerja tertentu saja.

Selain itu, portofolio dapat berbeda dari segi fungsi, apakah untuk penilaian formatif atau sumatif.

Untuk penilaian formatif atau diagnostik, pada umumnya hasil kerja yang dimasukkan semua hasil kerja siswa baik yang masih berupa draf atau setengah jadi maupun hasil akhir.

Untuk sumatif, tidak semua hasil dimasukkan, hasil kerja yang relevan untuk penilaian saja yang dimasukkan dalam portofolio.

Penilaian portofolio merupakan pendekatan yang relatif baru dan belum banyak digunakan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Penilaian portofolio dapat digunakan untuk tujuan formatif dan sumatif.

Di beberapa negara, portofolio telah digunakan dalam dunia pendidikan secara luas, baik untuk penilaian di kelas, daerah, maupun untuk penilaian secara nasional.

Sesuai dengan fungsinya portofolio juga berbeda dari segi penilaiannya.

Untuk fungsi formatif atau diagnostik, portofolio disusun untuk memperoleh informasi mengenai kelebihan dan kekurangan siswa,

memperoleh gambaran perkembangan siswa pada satu periode tertentu, menjadi alat refleksi siswa dan sebagai dasar pemberian umpan balik oleh guru.

Oleh karena itu untuk fungsi formatif, kriteria penilaian tidak perlu didefinisikan secara ketat

karena fungsinya untuk melihat perkembangan capaian siswa dibandingkan dengan target kompetensi pada kurun waktu tertentu.

Penilaian dengan fungsi sumatif bertujuan untuk memberi nilai atas capaian hasil kerja siswa,

seringkali hasil penilaian sumatif dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang mempunyai dampak langsung kepada siswa,

seperti sebagai dasar penentuan kelulusan atau alat seleksi.

Untuk penilaian sumatif, terutama yang bersifat high stakes, validitas dan reliabilitas atau konsistensi penilaian merupakan hal penting.

Oleh karena itu kriteria penilaian yang eksplisit dan jelas menjadi hal yang penting.

Panduan Penilaian Portofolio Puspendik 2019

Secara umum portofolio dapat dibedakan menjadi lima bentuk, yaitu:

1) portofolio ideal (ideal portfolio),

2) portofolio pilihan (show portfolio),

3) portofolio dokumentasi (documentary portfolio),

4) portofolio evaluasi (evaluation portfolio), dan

5) portofolio kelas (classroom portfolio).

Sedangkan Fosters dan Masters (1996) membedakan penilaian portofolio kedalam tiga kelompok, yaitu:

1) portofolio kerja (working portfolio),

2) portofolio dokumentasi (documentary portfolio), dan

3) portofolio pilihan (show portfolio).

Bentuk portofolio tersebut memiliki deskripsi dan penekanan yang berbeda satu sama lain.

Dalam buku ini, portofolio yang akan dibahas adalah tiga macam portofolio, yaitu:

1) portofolio kerja,

2) portofolio dokumentasi, dan

3) portofolio pilihan.

Hasil belajar siswa yang dapat tercakup dalam portofolio sangat luas, meliputi antara lain:

1. perkembangan pemahaman siswa pada periode waktu tertentu (misalnya portofolio yang meliputi kerangka awal, draf kasar, kritik struktur, dan finalisasi tulisan);

2. pemahaman dari banyak konsep dan topik yang diberikan (misalnya portofolio meliputi beberapa tulisan pendek, uraian singkat);

3. mendemonstrasikan perbedaan bakat (misalnya portofolio meliputi hasil ilustrasi kemampuan menulis, kombinasi cetak, dan bukan cetak);

4. kemampuan untuk menunjukkan pekerjaan yang original (misalnya portofolio meliputi hasil produksi artistik/estetik seperti sajak, musik, gambar, rencana pelajaran, videotape);

5. kegiatan selama periode waktu tertentu dan rangkuman arti dari kegiatan tersebut

(misalnya portofolio meliputi hasil kegiatan selama internsip atau proyek riset dengan menyesuaikan kategori yang ada, catatan harian, jurnal);

6. kemampuan untuk menampilkan dalam suatu variasi konteks tempat tertentu;

7. kemampuan untuk mengintegrasikan teori dan praktek;

8. refleksi nilai-nilai individu, pandangan dunia baru atau orientasi filosofi.

Fungsi dan Tujuan Portofolio

Portofolio tidak hanya merupakan tempat penyimpanan hasil pekerjaan siswa, tetapi juga merupakan sumber informasi untuk guru dan siswa.

Selanjutnya Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan kompetensi siswa.

Portofolio memberikan bahan tindak lanjut dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan siswa, sehingga guru dan siswa berkesempatan untuk mengembangkan kemampuannya.

Tujuan portofolio ditetapkan berdasarkan apa yang harus dikerjakan dan siapa yang akan menggunakan jenis portofolio.

Dalam penilaian di kelas, portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan, antara lain:

1. mengetahui perkembangan yang dialami siswa;

2. mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung;

3. memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik;

4. merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan ekperimentasi;

5. meningkatkan efektifitas proses pembelajaran;

6. bertukar informasi dengan orang tua/wali siswa dan guru lain;

7. membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada siswa;

8. meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri; dan

9. membantu siswa dalam merumuskan tujuan.

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dijadikan sebagai pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain:

1. Saling percaya (mutual trust) antara guru dan siswa

Dalam proses penilaian portofolio guru dan siswa harus memiliki rasa saling mempercayai.

Mereka harus merasa sebagai pihak-pihak yang saling memerlukan, dan memiliki semangat untuk saling membantu.

Oleh karena itu, mereka harus saling terbuka dan jujur satu sama lain.

Dengan demikian, akan terwujud hubungan yang wajar dan alami, yang memungkinkan proses pendidikan berlangsung dengan baik.

2. Kerahasiaan bersama (confidentiality) antara guru dan siswa

Kerahasiaan hasil pengumpulan bahan dan hasil penilaiannya perlu dijaga dengan baik, tidak disampaikan kepada pihak-pihak lain yang tidak berkepentingan.

Pelanggaran terhadap norma ini, selain menyangkut etika, juga dapat memberi dampak negatif kepada proses pendidikan anak/siswa.

3. Milik bersama (joint ownership) antara siswa dan guru

Guru dan siswa perlu merasa memiliki bersama berkas portofolio.

Oleh karena itu, guru dan siswa perlu menyepakati bersama di mana hasil karya yang telah dihasilkan siswa akan disimpan, dan bahan-bahan baru yang akan dimasukkan.

Dengan demikian siswa akan merasa memiliki terhadap hasil kerjanya, dan akhirnya akan tumbuh rasa tanggung jawab pada dirinya.

4. Kepuasan (satisfaction)

Hasil kerja portofolio seyogyanya berisi keterangan-keterangan dan/atau bukti-bukti yang memuaskan bagi guru dan siswa.

Portofolio hendaknya juga merupakan bukti prestasi cemerlang siswa dan keberhasilan pembinaan guru.

5. Kesesuaian (relevance)

Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum.

6. Penilaian proses dan hasil

Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil.

Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan perilaku harian siswa (anecdot) mengenai sikapnya dalam belajar, antusias tidaknya dalam mengikuti pelajaran dan sebagainya.

Aspek lain dari penilaian portofolio adalah penilaian hasil, yaitu menilai hasil akhir suatu tugas yang diberikan oleh guru.

Panduan Penilaian Portofolio Puspendik 2019, selengkapnya dapat anda unduh di sini.

Baca Juga:

1. Panduan Penilaian Kinerja Bagi Peserta Didik 2019

2. Panduan Model Penilaian Formatif Pada Pembelajaran Abad 21 Tahun 2019

3. Panduan Penilaian Tes Tertulis Puspendik 2019

4. Panduan Penilaian Tes HOTS Puspendik 2019

Demikian ulasan terkait Panduan Penilaian Portofolio Puspendik 2019, semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.