Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021

Beritane.com – Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021.

Tahun ajaran 2020/2021 pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dimulai pada bulan Juli 2020,

sedangkan tahun akademik 2020/2021 pada pendidikan tinggi dimulai pada bulan Agustus 2020,

tahun akademik 2020/2021 pada pendidikan tinggi keagamaan dimulai pada bulan September 2020,

dan tahun ajaran 2020/2021 pada pesantren dimulai pada bulan Syawal tahun 1441 Hijriah,

serta tahun ajaran 2020/2021 pada pendidikan keagamaan ditentukan berdasarkan ketentuan yang berlaku di masing-masing lembaga.

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021

tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:

a. satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU dapat melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan

setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah melalui dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi,

dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai kewenangannya berdasarkan persetujuan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 setempat;

Baca: Juknis BOS Afirmasi dan Bos Kinerja

b. satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, dan MERAH,

dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).

Ketentuan pembelajaran tatap muka dikecualikan bagi pesantren, pendidikan keagamaan, dan pendidikan tinggi.

Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 dilaksanakan berdasarkan panduan penyelenggaraan pembelajaran

pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi COVID-19, dengan mengutamakan protokol kesehatan.

Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021

Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021

Satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, DAN MERAH,

dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan BDR

sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2O2O tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Di.sease 2019 (COVID-19)

dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah,

Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 657 Tahun 2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-l9 di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam.

Kepala satuan pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah pada SEMUA ZONA

wajib mengisi daftar periksa pada laman Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

dan Education Management Infornation System (EMIS) Kementerian Agama

untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan sebagaimana tercantum dalam ketentuan ini.

Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021

Pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi dan/atau, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya pada SEMUA ZONA:

A. wajib memastikan seluruh kepala satuan pendidikan mengisi daftar periksa pada laman DAPODIK atau EMIS untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan.

B. tidak memperbolehkan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan bagi:

1. satuan pendidikan yang belum memenuhi semua daftar periksa.
2. satuan pendidikan yang sudah memenuhi daftar periksa nanun kepala satuan pendidikan menyatakan belum siap.

Pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi dan/atau, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya pada ZONA HUJAU

dapat melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan secara bertahap selama masa transisi bagi satuan pendidikan yang sudah memenuhi semua daftar periksa dan merasa siap.

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada ZONA HIJAU dilakukan dengan penentuan prioritas

berdasarkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi terlebih dahulu dan mempertimbangkan kemampuan peserta didik

untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak physical distancing dengan ketentuan:

A. Sekoiah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), Sekolah Menengah Teknologi Kristen (SMTK),

Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK), Paket C, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsarrawiyah (MTs), dan Paket B melaksanakan pembelajarar tatap muka di satuan pendidikan terlebih dahulu.

B. Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Paket A dan Sekolah Luar Biasa (SLB) paling cepat 2 (dua) bulan.

setelah SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, dan Paket B melaksanakan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

C. PAUD formal (Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), dan TK Luar Biasa) dan nonformal paling cepat 2 (dua) bulan

setelah SD, MI, Paket A dan SLB melaksanakan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU dilaksanakan melalui dua fase sebagai berikut:

A. Masa Transisi

1. Berlangsung selama 2 (dua) bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

2. Jadwal pembelajaran mengenai jumlah hari dalam seminggu dan jumlah jam belajar setiap hari dilakukan dengan pembagial rombongan belajar (shiff) yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatal dan keselamatan warga satuan pendidikan.

B. Masa Kebiasaan Baru

Setelah masa transisi selesai, apabiia daerahnya tetap dikategorikan sebagai daerah ZONA HIJAU maka satuan pendidikan masuk dalam masa kebiasan baru.

Baca Juga: Pedoman Penetapan Daerah Khusus Dalam Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan

Sekolah dan madrasah berasrama yang berada di daerah ZONA HIJAU dilarang membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikanselama masa transisi.

Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dilakukan secara bertahap pada masa kebiasaan baru dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Kapasitas Asrama ≤ 100 peserta didik, Bulan I: 50% dan Bulan II: 100%

2. Kapasitas Asrama > 100 peserta didik, Bulan I: 25% dan Bulan II: 50%, Bulan III: 75% dan Bulan IV: 100%.

Namun demikian, Bagi satuan pendidikan yang sudah memulai pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU,

orang tua/wali peserta didik tetap dapat memilih untuk melanjutkan BDR bagi anaknya.

Pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan/atau kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya pada ZONA HIJAU

wajib menutup kembali pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan melakukan BDR

apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerahnya berubah.

Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021, yang tertuang dalam SKB 4 Menteri, Mendikbud, Menteri Agama, Menkes, Mendagri. Selengkapnya dapat Anda Unduh di sini.

Demikian informasi terkait Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021, yang tertuang dalam SKB 4 Menteri, Mendikbud, Menteri Agama, Menkes, Mendagri.

 Semoga Bermanfaat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.