Pedoman Penilaian Kegiatan PKB Buku 5

Beritane.com – Pedoman Penilaian Kegiatan PKB Buku 5.

Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga harus dilakukan secara profesional.

Oleh sebab itu, guru sebagai salah satu pelaku pendidikan haruslah seorang yang profesional.

Dengan demikian keberadaan guru di dalam proses pendidikan dapat bermakna bagi masyarakat dan bangsa.

Kebermaknaan guru bagi masyarakat akan mendorong pada penghargaan yang lebih baik dari masyarakat kepada guru.

Guru diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.

Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa dan negara sebagian besar ditentukan oleh guru.

Agar tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku,

maka mutlak diperlukan penilaian terhadap pelaksanaan tugas dan kewajiban guru

dalam melaksanakan pembelajaran/ pembimbingan, dan/atau tugas-tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah.

Penilaian kinerja guru ini dilakukan untuk menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan sekaligus menjaga profesionalitas seorang guru.

Di samping itu, sebagai guru profesional guna diwajibkan untuk senantiasa melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan diri guru dalam melaksanakan tugasnya.

Pedoman Penilaian Kegiatan PKB Buku 5

Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru meliputi kegiatan pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif yang merupakan unsur utama dalam pengembangan karir guru.

Bersama-sama dengan hasil pelaksanaan kegiatan pengembangan diri, pengembangan publikasi ilmiah, dan/atau karya inovatif,

hasil penilaian kinerja guru dikonversikan menjadi angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan jabatan fungsional guru

sebagaimana ditetapkan dalam  Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009.

Melalui penetapan angka kredit yang obyektif, transparan, dan akuntabel terhadap unsur-unsur tersebut

akan dapat mencerminkan korelasi yang signifikan antara  kenaikan jabatan fungsional guru dengan peningkatan profesionalitasnya.

Dengan kata lain semakin tinggi jabatan fungsional seorang guru, maka semakin semakin kompeten guru tersebut dalam melaksanakan tugas keprofesiannya.

Agar setiap Tim Penilai mempunyai persepsi yang sama di dalam melakukan penilaian terhadap kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan Pengembangan Profesi Guru. dipandang perlu dibuat pedoman yang dapat dijadikan acuan bagi tim penilai angka kredit guru.

Tujuan Pedoman Penilaian Kegiatan PKB Buku 5

Pedoman Penilaian Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Pengembangan Profesi bagi Guru ini

disusun dengan tujuan memberikan pedoman bagi tim teknis penilai angka kredit terhadap hasil.

Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif yang selanjutnya diusulkan untuk perolehan angka kreditnya untuk kenaikan jabatan/ pangkat guru.

Tujuan umum dari kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan pengembangan profesi guru adalah

untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Secara khusus tujuannya adalah sebagai berikut.
a. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.
b. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhi kebutuhan guru dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk memfasilitasi proses pembelajaran peserta didik.
c. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.
d. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru.
e. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di masyarakat.
f. Menunjang pengembangan karier guru.

Menurut Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, unsur kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang saat ini disebut

Pengembangan Profesi Guru meliputi: Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif.

Kegiatan yang mencakup ketiga unsur tersebut harus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Agar guru dapat selalu menjaga dan meningkatkan profesionalismenya, tidak hanya sekedar untuk pemenuhan angka kredit.

A. Pengembangan Diri

Kegiatan pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan

peraturan perundang-undangan atau kebijakan pendidikan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dan/atau melalui kegiatan kolektif guru.

Secara rinci penjelasan kedua macam kegiatan dimaksud sebagai berikut.

1. Mengikuti Diklat Fungsional

Diklat fungsional adalah merupakan upaya peningkatan kompetensi guru dan/atau pemantapan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai dan eterampilan sesuai dengan profesi, yang bermanfaat dalam pelaksanaan tugas.

Diklat dapat dilaksanakan secara tatap muka maupun jarak jauh, diklat jarak jauh dapat dilakukan dengan korespondensi atau berbasis dalam jaringan (daring).

2. Mengikuti Kegiatan Kolektif Guru

Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan  pertemuan ilmiah atau

mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan.

B. Publikasi Ilmiah

Publikasi ilmiah pada kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan terdiri dari tiga kelompok kegiatan sebagai berikut.

1. Presentasi pada Forum Ilmiah

Guru seringkali diundang untuk mengikuti pertemuan ilmiah.

Tidak jarang, mereka juga diminta untuk memberikan presentasi, baik sebagai pemrasaran atau pembahas pada pertemuan ilmiah tersebut.

Untuk keperluan itu, guru harus membuat prasaran ilmiah.

2. Publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal.

Publikasi ilmiah guru dapat dipublikasikan dalam bentuk laporan hasil penelitian (misalnya laporan Penelitian Tindakan Kelas) atau

berupa tinjauan / gagasan ilmiah yang ditulis berdasar pada pengalaman dan sesuai dengan tugas pokok serta fungsi guru.

3. Publikasi Buku Teks Pelajaran, Buku Pengayaan, Pedoman Guru dan Buku Bidang Pendidikan

Publikasi ilmiah pada kelompok ini terdiri dari:

a) Buku Teks Pelajaran

b) Modul/Diktat Pembelajaran

c) Buku Pedoman Guru

d) Buku dalam Bidang Pendidikan

e) Karya Terjemahan

C. Karya Inovatif

Karya inovatif adalah karya hasil pengembangan ilmu pengetahuan,  teknologi, dan/atau seni yang bermanfaat bagi pendidikan dan/atau masyarakat yang terdiri dari:

a) menemukan teknologi tepat guna,

b) menciptakan karya seni,

c) membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga dan alat praktikum, dan

d) mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya.

Pedoman Penilaian Kegiatan PKB Buku 5 selengkapnya dapat anda unduh di sini.

Baca Juga: Tupoksi Guru

Demikian informasi terkait Pedoman Penilaian Kegiatan PKB Buku 5, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.