Penilaian Sikap dalam Pembelajaran HOTS

Beritane.com – Penilaian Sikap dalam Pembelajaran HOTS.

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Oleh karena itu Penilaian belajar peserta didik yang dilakukan oleh pendidik meliputi aspek: sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Dalam hal ini Penilaian sikap dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik.

Penilaian pengetahuan dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik,

sedangkan penilaian keterampilan dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.

Penyempurnaan kurikulum 2013 antara lain pada standar isi diperkaya dengan kebutuhan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional,

sedangkan pada standar penilaian memberi ruang pada pengembangan instrumen penilaian yang mengukur berpikir tingkat tinggi.

Penilaian hasil belajar diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills /HOTS),

karena berpikir tingkat tinggi dapat mendorong peserta didik untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran.

Penilaian berorientasi HOTS bukanlah sebuah bentuk penilaian yang baru bagi guru dalam melakukan penilaian.

Tetapi penilaian berorientasi HOTS ini memaksimalkan keterampilan guru dalam melakukan penilaian.

Guru dalam penilaian ini harus menekankan pada penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan keterampilan peserta didik dalam proses pembelajaran berorientasi HOTS.

Penilaian Sikap dalam Pembelajaran HOTS

Menurut Marzano & Pickering, 1997 (dalam Afandi dan Sajidan, 2017:117-118) terdapat lima dimensi belajar sebagai berikut.

Dimensi Belajar

Peran Guru dalam Dimensi Belajar

Sikap dan PersepsiMembantu siswa mengembangkan sikap dan persepsi positif tentang iklim belajar di kelas

  • perasaan diterima baik oleh guru maupun teman sebaya
  • percaya diri dan sikap menerima orang lain

Membantu siswa mengembangkan sikap dan persepsi positif tentang tugas-tugas belajar di kelas

  • menerima tugas sebagai suatu hal yang menarik dan bernilai
  • mempercayai kemampuan untuk menyelesaikan tugas
  • memahami tugas dengan jelas
Memperoleh dan

mengintegrasikan

pengetahuan

Membantu sisiwa memperoleh pengetahuan deklaratif

  • mengkinstruk makna pengetahuan deklaratif
  • mengorganisasikan pengetahuan deklaratif
  • menyimpan pengetahuan deklaratif

Membantu siswa memperoleh pengetahuan prosedural

  • mengkonstruk model pengetahuan prosedural
  • mempertajam pengetahuan prosedural
  • menginternalisasikan pengetahuan prosedural
Memperluas dan

menyaring pengetahuan

Membantu siswa mengembangkan proses panalaran kompleks

  • membandingkan
  • mengklasifikasikan
  • mengabstraksikan
  • penalaran induktif
  • dan penalaran deduktif
  • mengkonstruksi
  • menganalisis kesalahan
  • dan menganalsisi perspektif
Menggunakan

pengetahuan secara

bermakna

Membantu siswa mengembangkan proses penalaran kompleks

  • membuat keputusan
  • memecahkan masalah
  • invention
  • penemuan eksperimental
  • investigasi
  • analisis sistem
Habits of minds

(perilaku berpikir)

Membantu siswa mengembangkan perilaku berpikir

produktif.

 

Mendorong dimensi-dimensi perilaku berpikir

  • berpikir kritis
  • melihat keakuratan
  • melihat kejelasan
  • berpikir terbuka
  • menekan sikap impulsive
  • menempatan diri dalam situasi
  • merespon secara tepat perasaan dan tingkat pengetahuan orang lain
  • berpikir kreatif
  • tekun
  • mendorong pengetahuan dan kemampuan sampai batas akhir
  • menghasilkan, percaya dan menata standar evaluasi diri sendiri
  • keluar dari batasan standar yang ditetapkan
  • pengaturan diri dalam berpikir
  • memonitor pemikiran sendiri
  • merencanakan secara tepat kegiatan berpikir
  • mengidentifikasi dan menggunakan sumber daya yang dimiliki
  • merespon umpan balik secara tepat
  • mengevaluasi efektivitas tindakan

Penilaian Sikap dalam Pembelajaran HOTS

Ditinjau dari dimensi belajar maka belajar mencakup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Oleh karena itu guru harus mengembangkan pembelajaran yang mencakup semua ranah tersebut mulai dari perencanaan, pelaksanaan maupun penilaiannya.

Penilaian sikap pada pembelajaran yang berorientasi HOTS tidaklah merubah konsep penilaian sikap pada Kurikulum 2013 yang telah dipahami oleh guru selama ini.

Pada penilaian sikap diasumsikan bahwa setiap peserta didik memiliki perilaku yang baik.

Perilaku menonjol (sangat baik atau perlu bimbingan) yang dijumpai selama proses pembelajaran dapat ditulis dalam bentuk jurnal atau catatan pendidik.

Penilaian sikap mengacu pada dua aspek kompetensi sikap yaitu:

1. Sikap spiritual mengacu pada Kompetensi Inti-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2. Sikap sosial mengacu pada Kompetensi Inti-2: menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

Komponen sikap spiritual dan sikap sosial yang akan dikembangkan juga dikaitkan dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang meliputi:

1. religiositas,

2. nasionalisme,

3. integritas,

4. kemandirian, dan

5. gotong royong.

Nilai spiritual dan sosial merupakan sub-sub nilai yang terkandung dalam PPK, seperti:

ReligiositasNasionalismeKemandirianGotong RoyongIntegritas
  • cinta damai
  • toleransi
  • menghargai perbedaan agama
  • teguh pendirian
  • percaya diri
  • kerja sama lintas agama
  • anti perundungan dan kekerasan
  • persahabatan
  • ketulusan
  • tidak emaksakan kehendak
  • melindungi yang kecil
  • tersisih
  • dll
  • apresiasi budaya bangsa sendiri
  • menjaga kekayaan budaya bangsa
  • rela berkorban
  • unggul dan berprestasi
  • cinta tanah air
  • menjaga lingkungan
  • taat hukum
  • disiplin
  • menghormati keragaman
  • budaya, suku, dan agama.
  • dll
  • etos kerja (kerja keras)
  • tangguh tahan banting
  • daya juang
  • profesional
  • kreatif
  • keberanian
  • pembelajar sepanjang hayat
  • dll
  • menghargai
  • kerjasama
  • inklusif
  • komitmen atas keputusan bersama
  • musyawarah mufakat
  • tolong menolong
  • solidaritas
  • empati
  • anti diskriminasi
  • anti kekerasan
  • sikap kerelawanan
  • dll
  • cinta pada kebenaran
  • setia
  • komitmen
  • moral
  • anti korupsi
  • keadilan
  • tanggungjawab
  • keteladanan
  • menghargai martabat individu
  • (terutama penyandang disabilitas)
  • dll

Penilaian sikap dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran yang dirancang dari KD yang berasal dari KI-3 dan KI-4 yang berpasangan.

Misalnya, penilaian kegiatan pembelajaran mengamati gambar.

Pada kegiatan tersebut, guru dapat melakukan penilaian sikap ketika siswa mengamati gambar.

Sikap yang dinilai misalnya karakter mandiri yaitu sub karakter kerja keras, kreatif, disiplin, dan berani.

Teknik penilaian sikap pada Kurikulum 2013 meliputi: observasi, wawancara, catatan anekdot (anecdotal record), catatan kejadian tertentu (incidental record) sebagai unsur penilaian utama.

Hasil observasi guru terhadap sikap siswa yang menonjol (positif maupun negatif) saat pembelajaran dicatat dalam jurnal harian.

Pengamatan sikap dilakukan oleh guru pada saat pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada berpikir tingkat tinggi.

Contoh Jurnal Perkembangan Sikap

NoTanggalNama Peserta DidikCatatanButir SikapTindak Lanjut
120/09/2019LelaTidak keberatan berkelompok dengan siapa saja dan mau berbagi tugas dengan kelompoknyaKerjasama
SalehMau melaksanakan ibadah apabila disuruhBeribadah (-)Perlu diberikan

pengertian tentang

kebutuhan beribadah

Kikiberani mengemukakan

pendapat saat berdiskusi

Percaya Diri
Marinomau mengakui kesalahanJujur

Tindak lanjut berfungsi untuk mendeteksi siswa yang perlu pembinaan sikap berdasarkan catatan sikap yang negatif.

Pembinaan dilakukan untuk memperbaiki sikap yang tercatat kurang, sampai siswa mempunyai perilaku yang baik.

Selain jurnal, dalam proses penilaian sikap, guru dapat membuat format penilaian diri dan penilaian antar teman.

Penilaian diri merupakan bentuk penilaian yang meminta peserta didik untuk mengemukakan sikap dan perilaku yang positif dan negatif dari dirinya.

Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.

Penilaian antarteman merupakan bentuk penilaian yang meminta peserta didik untuk saling menilai sikap dan perilaku keseharian temannya.

Dengan demikian Penilaian diri dan antarteman berfungsi sebagai alat konfirmasi terhadap penilaian yang dilakukan oleh pendidik.

Penilaian antarteman paling baik dilakukan pada saat peserta didik melakukan kegiatan berkelompok.

Instrumen penilaian antarteman dapat berupa lembar penilaian antarteman yang berisi “butir-butir pernyataan sikap positif yang diharapkan” dengan kolom “YA” atau “TIDAK” atau dengan skala likert.

Demikian Beritane terkait Penilaian Sikap dalam Pembelajaran HOTS, semoga bermanfaat.

Referensi: Buku Penilaian Berorientasi Hights Order Thinking Skill (HOTS) Program PKP Berbasis Zonasi, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.