Proses Sosialisasi dalam Interaksi Sosial

Proses Sosialisasi dalam Interaksi Sosial – Beritane.com

Sosialisasi adalah suatu proses di mana seseorang mempelajari cara hidup

masyarakat untuk mengembangkan potensinya,

baik sebagai individu maupun anggota kelompok.

Tujuan Sosialisasi:

1. Memberikan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat.

2. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif.

3. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengendalikan fungsi-fungsi

organiknya melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.

4. Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.

Proses Sosialisasi dalam Interaksi Sosial

Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi:

1. Nilai-nilai sosial.

2. Norma Sosial.

3. Kebiasaan.

4. Kebudayaan.

Nilai Sosial adalah pandangan dan sikap yang diterima oleh masyarakat yang kemudian

dijadikan landasan untuk menentukan baik buruknya sesuatu.

Sumber dari nilai sosial dibedakan menjadi 2:

1. Intrinsik adalah sumber nilai sosial yang berasal dari dalam diri manusia. 

2. Ekstrinsik adalah sumber nilai sosial yang berasal dari luar diri manusia yang bersifat kebendaan.

Ciri-ciri nilai sosial:

1. Merupakan hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat.

2. Memuaskan manusia dan mengambil bagian dalam

usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial.

3. Membantu masyarakat agar dapat berfungsi dengan baik.

4. Terbentuk melalui proses belajar.

5. Merupakan sistem tradisi yang diturunkan secara

turun-temurun di antara anggota masyarakat.

6. Mempengaruhi perkembangan emosi seseorang, baik fisik maupun mental.

7. Berkaitan dengan unsur lain melalui proses komunikasi,

sehingga membentuk pola dan sistem nilai dalam masyarakat.

8. Sistem-sistem nilai bervariasi antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain.

9. Nilai dapat memberikan pengaruh yang berbeda (positif atau negatif).

Baca juga:

Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran

Fungsi nilai sosial:

1. Seperangkat aturan yang siap digunakn untuk menetapkan nilai seseorang atau kelompok.

2. Alat pengawas dengan daya pengikat tertentu.

Proses Sosialisasi dalam Interaksi Sosial

Norma sosial adalah aturan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat

yang disertai sanksi apabila melanggarnya.

Ciri-ciri norma sosial:

1. Umumnya tidak tertulis.

2. Merupakan hasil dari kesepakatan masyarakat

3. Warga masyarakat patuh.

4. Memiliki sanksi.

5. Bersifat dinamis.

Norma yang berlaku dalam masyarakat:

Norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, norma kelaziman, dan norma hukum.

4 tingkatan norma yang berlaku dalam masyarakat:

Cara (usage).

Kebiasaan (folkways).

Tata kelakuan (mores).

Adat istiadat (custom).

Fungsi sosialisasi dalam pembentukan peran dan status sosial sebagai berikut:

1. Meningkatkan kemampuan seorang individu berinteraksi, secara lebih baik.

2. Memberikan bekal keterampilannya dan latihan mawas diri.

3. Membiasakan seorang individu agar berperilaku seseuai dengan norma yang berlaku.

 Media Sosialisasi:

Keluarga, sekolah, dan kelompok.

Tahapan Sosialisasi:

Proses sosialisasi primer, proses sosialisasi sekunder, dan sosialisasi sebagai proses pendewasaan.

Kepribadian sebagai hasil proses sosialisasi:

Pembentukan kepribadian seseorang dapat berlangsung melalui 2 proses berikut:

Dilakukan tanpa sengaja melalui interaksi sosial.

Secara sengaja melalui proses pendidikan dan pengajaran.

Perkembangan kepribadian manusia dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu:

Warisan biologis, warisan lingkungan alam, warisan sosial, dan kelompok manusia.

Tahapan pembentukan kepribadian manusia:

 preparatory stage, play stage, game stage, dan generalized other.

https://www.cahayapendidikan.com/letak-astronomis-indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.