Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019

Beritane.com – Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bukan hanya sekedar urusan persiapan administratif. Tetapi kegiatan yang melekat pada pembelajaran sebagai suatu proses.

Acuan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah Silabus dan Standar Isi.

Penyusunan RPP dapat dilakukan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau oleh guru sendiri.

Oleh karena itu RPP disusun dan dikembangkan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran.

Tujuannya adalah agar RPP telah tersedia terlebih dahulu pada setiap awal pelaksanaan pembelajaran.

Selain RPP, pada awal semester guru juga wajib menyiapkan administrasi antara lain:

1. Rincian Minggu Efektif,

Penetepan rincian minggu efektif digunakan sebagai acuan dalam menjabarkan Kompetensi Dasar pada setiap semester, disesuaikan dengan waktu efektif yang tersedia.

Pada rincian minggu efektif akhirnya dapat diketahui seberapa banyak jumlah minggu efektif.

Dan minggu tidak efektif setiap bulannya, serta total minggu efektif dalam satu semester.

2. Program Tahunan

Dalam penyusunan progran tahunan ini guru harus menjabarkan Kompetensi Dasar dalam satu tahun, yang disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.

3. Program Semester

Program semester disusun oleh guru sebagai acuan dalam menyampaikan pembelajaran setiap tatap muka.

Kapan Kompetensi Dasar akan disajikan, kapan Penilaian Hariannya (PH), dan

4. Analisis Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) disusun sebagai dasar dalam menentukan batasan nilai minimal tuntas.

Seorang siswa dinyatakan tuntas dalam mengikuti pembelajaran apabila telah mencapai minimal KKM yang ditentukan.

Dalam memnetukan KKM guru harus memperhatikan tiga aspek yaitu:

a. kompleksitas materi setiap KD;

b. Intake Siswa; dan

c. Daya Dukung di sekolah.

5. Rancangan/Desain Pembelajaran

Keberhasilan dalam pembelajaran tidak bisa terlepas dari ketepatan dan kejelian guru dalam menyusun desain pembalajaran.

Penggunaan pendekatan, strategi, metoda, dan media yang tepat memberikan kontribusi yang besar bagi ketercapaian tujuan pembelajaran.

6. Rancangan Penilaian

Pada kegiatan ini, guru menentukan jenis, bentuk dan teknik penilaian yang akan digunakan.

Guru juga harus menetapkan kapan penilaian itu akan dilaksanakan.

7. Silabus

Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ini, silabus disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun guru tetap harus menyesuakan dengan kondisi setempat.

8. Analisis Hasil Penilaian dan Perbaikan Pengayaan

Pada awal semester guru menyiapkan format Analisis Hasil Penilaian.

9. Daftar Pengembalian Hasil Penilaian

Guru juga harus menyiapkan daftar pengembalian hasil penilaian.

Dokumen ini digunakan oleh guru sebagai bukti. Bahwa panilaian yang diberikan dikoreksi oleh guru dan dikembalikan kepada siswa untuk diketahui orang tua/wali.

10. Daftar Nilai

Dokumen ini disiapkan oleh guru pada awal semester mengingat pada K13 ini terdapat tiga kompetensi yang harus dinilai oleh guru.

Ketiga kompetensi tersebut meliputi kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap.

11. Buku Pegangan Guru

Dipersiapkan oleh guru sebagai bahan rujukan dan pengayaan, di samping buku siswa dan buku guru.

12. Agenda Mengajar

Dokumen ini diperlukan oleh guru sebagai bukti bahwa guru telah melakukan pembelajaran sesuai rencana yang tertuang pada program semester.

Ternyata cukup banyak administrasi yang harus dipersiapkan oleh guru pada awal semester.

Sehingga terkadang guru merasa enggan untuk memulai menyiapkan atau menyusun adminstrasi sebanyak itu.

Meskipun administrasi yang harus dipersiapkan oleh guru cukup banyak, namun imbalan yang diperoleh gurupun cukup besar. Ingat itu!!!

Dari keduabelas dokumen administrasi yang harus disiapkan oleh guru, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirasa paling berat.

Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019

Untuk meringankan tugas guru dalam menyusun RPP, Kemendikbud melalaui pusat perbukuan telah menerbitkan Buku Guru.

Dalam Buku Guru ini dimuat strategi, metoda, langkah-langkah pembelajaran serta penilaiannya.

Beberapa komponen penting dari RPP ada di dalam Buku Guru.

Guru tinggal mengutip dan menyesuaikan dengan kondisi sekolah terkait ketersediaan sumber daya maupun sarana dan prasarana.

Namun demikian, apabila masih ada di antara Bapak atau Ibu guru yang belum sempat menyusun RPP.

Tidak dapat dipungkiri bahwa administrasi yang harus disusun dan dipersiapkan oleh para guru memang cukup banyak, sehingga banyak menyita waktu, tenaga dan bahkan biaya.

Terkadang para guru mengeluh akan banyaknya administrasi yang harus dipersiapkan untuk melaksanakan pembelajaran, salah satunya adalah RPP.

Namun apa daya, semuanya harus dilakukan karena meyusun administrasi merupukan kewajiban guru yang harus dilakukan.

Melihat kenyataan ini, Menteri Pendidikan kita yang baru – mulai mengurangi beban kerja guru terkait penyusunan RPP dengan membandingkan situasi saat ini dengan arahan kebijakan baru.

Situasi saat ini:

Format: Guru diarahkan untuk mengikuti format RPP secara kaku.

Komponen: RPP memiliki terlalu banyak komponen dan Guru diminta untuk menulis dengan sangat rinci (satu dokumen RPP bisa mencapai lebih dari 20 halaman).

Durasi Penulisan: Penulisan RPP menghabiskan banyak waktu guru, yang seharusnya bisa digunakan untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

Arahan Kebijakan Baru:

1. Guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan dan mengembangkan format RPP.

2. terdapat 3 komponen inti (komponen lainnya bersifat pelengkap dan dapat dipilih secara mandiri):

▪ Tujuan pembelajaran

▪ Kegiatan pembelajaran

▪ Asesmen

Dengan demikian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) cukup 1 halaman.

3. Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

Menindaklanjuti arahan tersebut, maka diterbitkannya Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019 disampaikan bahwa:

1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukkan dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid.

2. Bahwa dari 13 komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah diatur dalam Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah,

yang menjadi komponen inti adalah tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assessment) yang wajib dilakukan oleh guru, sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap.

3. Sekolah, kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja Guru / Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG/MGMP) dan individu guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP secara mandiri untuk sebesar-besarnya keberhasilan belajar murid.

4. Adapun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat tetap dapat digunakan dan dapat pula disesuaikan dengan ketentuan di atas.

Isi Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019 secara utuh dapat anda unduh di sini.

Demikianlah informasi terkai Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019, semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.